tubetranscript.io

DUNIA - AKHIRAT · Transcript · · Updated

CERAMAH TERBARU DI DEPAN PM MALAYSIA! UAS Sampaikan 10 Pesan Penting Penuh Hikmah – Transcript

Video by DUNIA - AKHIRAT · Watch the original on YouTube

Summary

AI-generated from the transcript. Verify details against the source video.

  • UAS menjelaskan bahwa Islam mengajarkan perpaduan, seperti ketika Nabi Muhammad menyambut kunjungan orang-orang Christian Ortodoks dari Najran di Masjid Nabawi.
  • Nabi Muhammad berpesan kepada pasukan perang agar tidak mengganggu pendeta di tempat ibadah, anak kecil, orang tua renta, serta tidak merusak tanaman maupun bangunan.
  • Nabi Muhammad menerima hadiah berupa madu, kain, dan hewan dari Muqauqis yang merupakan pembesar Kristen Ortodoks Koptik di Alexandria.
Video thumbnail: CERAMAH TERBARU DI DEPAN PM MALAYSIA! UAS Sampaikan 10 Pesan Penting Penuh Hikmah
Source video on YouTube · Transcript generated automatically and may contain errors.

Use this video with Pro

Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).

Transcript

Search ignores accents. All transcript text stays visible.

Islam, orang yang menebarkan kedamaian. Manil Muslim, siapa Muslim itu ya Rasulullah? Man salimal muslimun min lisanihi wa yadih. Selamat orang lain dari lisannya dan dari tangannya. Ada orang yang tangannya tak pernah menempeleng, tak pernah memukul, tak pernah mencubit orang.

Tapi sain tangannya sudah membakar hutan sehingga eee dan seterusnya. Nah, itulah yang membuat orang marah, membuat saya tak boleh kadang bercakap. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmus sholihat, washolatu wassalamu ala sayyidis sadat wa ala alihi wa ashhabihi ahlil fadhoili wal karomat. Allahumma allimna ma yanfa'una wanfa'na bima allamtana innaka antal alimul hakim.

Am syrohli shodri wa yassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qouli. Yang amat berhormat Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr. Anwar Ibrahim hafizhahullah wa ra'ah.

Yang berhormat di ugama yang berbahagia Tan Sri Osman Said Osman. Sayyidati wa sadah hadirin wal hadirat datuk-datuk, datin-datin insya Allah semua yang berhadir di majelis ilmu dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala. Amin ya rabbal alamin.

Ketika Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin oleh seorang perempuan bernama Ratu Safiatuddin, Sultanah Safiatuddin.

Maka yang menjadi muftinya yang mengawal bidang ugamanya waktu itu adalah Syekh Abdul Rauf As-Singkili yang menulis kitab Al-Mawa'iz Al-Badi'ah. Karena waktu itu Sultanah Safiatuddin minta supaya dikumpulkan hadis-hadis Nabi yang menasehati pemimpin.

Maka dikumpulkanlah arba'una hadisan, 40 hadis. Sebagaimana tradisi ahli hadis menulis arba'in yang selalu kita khatamkan dalam arba'in Nawawi, arba'in Ajluni, dan arba'in banyak Zainiyah dan lain sebagainya.

Artinya, hubungan antara ulil amri dengan ulama berhubungan baik. Sofiatuddin dengan Syekh Abdurauf As-Singkili. Itu contoh di Pulau Sumatera. Kemudian ada seorang Sultan Tahmidullah dari Banjar mengirim seorang yang cerdas untuk belajar ke Kota Makkah Al-Mukarramah, namanya Syekh Muhammad

Arsyad Al-Banjari. Yang menulis kitab Sabilal Muhtadin. Kitab itu adalah syarahan dari kitab yang ditulis ulama Aceh, namanya Syekh Nuruddin Ar-Raniri.

Mufti Aceh menulis kitab Siratal Mustaqim. Kitab itu disyarah oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dibagi tajuk Sabilal Muhtadin, syarah Siratal Mustaqim. Artinya ulama sejalan dengan pemimpin.

Umarah. Jadi saya mengikuti perkembangan bagaimana di Malaysia menengok yang last sekali adalah Syekh Ali Jum'ah bersama dengan yang amat terhormat. Kemudian sebelum ini ada khataman ee Sahih Al-Bukhari, saya tengok ada Syekh Al-Habib Umar bin Hafiz. Jadi tradisi ini diteruskan dan hari ini ada majelis

ilmu Madani. Mudah-mudahan berkekalanlah hendaknya majelis-majelis ilmu bersama para ulama ini hingga masa datang, insyaallah. Pada kesempatan yang baik dan mulia ini saya dibagi tajuk, keyword-nya adalah perpaduan.

Jadi saya akan jelaskan tentang perpaduan. Pertama. Datang beberapa orang Christian Ortodoks dari satu negeri bernama Najran.

Mereka ingin bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Bagaimana Nabi Isa itu menurut Islam? Mereka datang ke Kota Al Madinah Al Munawwarah. Disambut Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam Masjid Nabawi.

Kemudian. Bila kita menghadap ke arah kiblat, tiang yang pertama disebut dengan Ustuwanatus Sarir. Karena di bawah tiang itu ada tempat tidur Nabi masa iktikaf.

Selepas itu di belakang ada Ustuwanatul Haras. Tiang penjaga tegak Sayyidina Ali menjaga Nabi. Di belakang sekali ada tiang Ustuwanatul Wufud. Tempat Nabi menyambut tamu. Di situlah Nabi menyambut orang-orang Christian Ortodoks Najran bertanya tentang Nabi Isa Alaihissalam. Turunlah wahyu.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab. Bahwa ada seorang lelaki bernama Imran. Imran punya istri bernama Hannah. Hannah bernazar. Rabbi inni nazartu laka ma fi batni muharrara.

Saya bernazar nanti bila anak saya ini lahir. Nanti dia akan menjadi muharrara. Kata ahli tafsir muharrara khalisun li khidmati Baitil Maqdis. Dia nanti akan menjadi penjaga Baitul Maqdis khalisun. Tidak menikah, tidak bekerja. Hanya menjadi pelayan khidmat Baitul Maqdis. Falam ma wada'at ha qalat Rabbi inni wada'tuha unsa.

Ketika anak itu lahir, ternyata yang lahir itu bukan anak lelaki. Sedangkan untuk menjadi pelayan Baitul Maqdis mesti lelaki. Wa inni sammaytuha Maryam.

Maka anak itu bernama Maryam. Dan Maryam melahirkan Isa. Imran punya istri bernama Hannah. Hannah melahirkan anak bernama Maryam, Maryam melahirkan anak bernama Isa.

Dan Hannah punya saudara perempuan menikah dengan Zakaria. Zakaria melahirkan anak Yahya. Keluarga ini disebut dengan Ali Imran.

Al keluarga Imran. Keluarga Imran ini diletakkan dalam surah yang ketiga. Al-Fatihah, Al-Baqarah, Ali Imran.

Bisa kita tengok, boleh kita tengok cerita lengkap ini dalam kitab tafsir yang paling bersih dari Israiliyat. Karena dia seorang ahli hadis, murid Ibnu Taimiyah. Namanya Al-Imam Abul Fida Ismail Ibnu Katsir.

Nama kitab tafsirnya Tafsir Al-Qur'anil Azim, di muka bima surah Ali Imran. Tentang Nabi menyambut orang yang berbeda agama. Sebab tajuk kita adalah tentang perpaduan.

Itu contoh kes yang pertama. Yang kedua, Nabi sallallahu alaihi wasallam melepas pasukan perang ke satu tempat bernama Mu'tah. Lalu Nabi berpesan, bila Nabi ikut namanya Ghazwah.

Kalau Nabi tak ikut namanya Sariyah. Nabi mengutus pasukan perang. Kata Nabi berpesan kepada pasukan ini, satadjiduna rijalan fis sawami. Kamu tentara nanti akan berjumpa dengan lelaki-lelaki yang berada di sawami, tempat ibadah orang tak Islam.

La ta'ridu lahum, jangan ganggu mereka. La taqtulu shabiyan murdi'a, jangan bunuh budak kecil yang sedang menyusu. Wala syaikhan faniya, jangan bunuh orang tua renta yang tak berdaya.

La takhiranna naklan, jangan cabut pokok kurma. Wala tahdimu buyutan, jangan hancurkan binaan. Kenapa begitu pesan Nabi? Karena zaman dulu kalau berperang semua bakar, cabut, bunuh rata dengan tanah.

Tapi Nabi ingin mengajarkan qanun perundang-undangan perang yang baru dibuat oleh United Nation pada abad 20. Yang sebelum itu mereka tak ada. Kalau sudah berperang ratakan dengan tanah.

Frequently asked questions

Nabi Muhammad menyambut mereka di dalam Masjid Nabawi, tepatnya di tiang Ustuwanatul Wufud tempat Nabi menyambut tamu.

Nabi berpesan agar pasukan tidak mengganggu pendeta di tempat ibadah, tidak membunuh anak kecil atau orang tua renta, serta tidak merusak pokok kurma maupun bangunan.

Surat tersebut dibawa oleh seorang lelaki bernama Khatib bin Abi Balta'ah.