tubetranscript.io

channel PERADABAN INDONESIA · Transcript · · Updated

Kajian Filsafat | Filsafat Bahasa – Transcript

Video by channel PERADABAN INDONESIA · Watch the original on YouTube

Summary

AI-generated from the transcript. Verify details against the source video.

  • Filsafat bahasa merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat, makna, dan fungsi bahasa.
  • Ciri-ciri dalam berpikir secara filosofi meliputi sifat radikal, kritis, konseptual, rasional, reflektif, komprehensif, serta sistematis.
  • Tujuan pembahasan filsafat bahasa meliputi pemahaman konsep bahasa secara filosofis, analisis hubungan bahasa dan pemikiran, serta penjelasan peran bahasa dalam filsafat.
Video thumbnail: Kajian Filsafat | Filsafat Bahasa
Source video on YouTube · Transcript generated automatically and may contain errors.

Use this video with Pro

Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).

Transcript

Search ignores accents. All transcript text stays visible.

Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi dengan saya di channel Peradaban Indonesia yang berada di bawah Yayasan Hikmah Peradaban Institute.

Yang pada kali ini kita akan menampilkan materi yang sedikit berbeda. Karena dalam beberapa episode berikutnya selain dari kajian Al Mahfuzat di sini saya akan menyampaikan beberapa materi tentang kajian filsafat bahasa ya.

Yang mungkin untuk sebagian masyarakat agak sedikit baru mungkin barangkali. Atau mungkin untuk sebagian mahasiswa di kalangan ee Fakultas Sastra ataupun Bahasa ee nampaknya tidak terlalu aneh lagi ya.

Tetapi mungkin juga ada baiknya untuk kita coba menyimak tentang ee kajian filsafat bahasa ini apa sih yang menjadi ee penting lalu kemudian menarik untuk kita bahas bahwa kajian ini atau kajian filsafat bahasa merupakan

ee salah satu bagian dari kajian filsafat yang ada dalam dunia akademik ataupun dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya di ranah atau bidang humaniora ya atau sosial.

Nah sebelum saya membahas lebih jauh tentang eh konsep dasar ya, tema yang pertama saya sampaikan di sini adalah konsep dasar dari filsafat bahasa itu memang secara etimologis bahwa filsafat itu memiliki pengertian atau definisi yang seperti lazimnya dipahami oleh

kajian-kajian filsafat lain ya. Yang memang diambil dari eh akar kata falsafah ya, yang berasal dari bahasa Arab. Nah, dari diksi kata falsafah itu sendiri ternyata kalau kita telusuri berasal dari bahasa Yunani ya, filosofia ya, yang terdiri dari dua kata philo dan sophia ya.

Bahwa philo dan sophia itu memiliki makna atau arti cinta terhadap kebenaran ya. Cinta terhadap eh kebijakan ya.

Nah, itu menjadi eh awal dari kita akan membahas tentang filsafat bahasa. Nah, lalu kemudian eh perlu juga saya berikan pendahuluan bahwa memang ada beberapa ciri-ciri yang mungkin ada baiknya kita untuk mengenal ya.

Bahwa dalam kajian filsafat itu eh apakah itu kajian filsafat bahasa ataupun filsafat sastra atau mungkin filsafat hukum ya, atau mungkin dalam kajian filsafat pendidikan ya.

Dulu saya juga pernah mengampu ya di eh perkuliahan S2 itu di salah satu universitas itu memang memiliki beberapa ee ciri ya bagaimana berpikir secara filosofi itu yang pertama adalah bersifat radikal.

Nah, radikal dalam hal ini adalah tidak bermakna kita seperti orang yang bersikap radikal dalam pemahaman untuk menjadi seorang apa ya keras atau teroris ya atau mungkin seorang yang radikalisme tidak ya tapi makna dari radikal di sini adalah

bahwa kalau mengkaji sesuatu itu dalam kajian filsafat memang harus sampai ke akar-akarnya ya sampai ke hal-hal yang sifatnya menyeluruh ya.

Jadi bersifat totalitaslah kurang lebih mungkin dengan bahasa lainnya. Nah, itu ciri pertama ya dan sehingga kalau ada satu bentuk kajian kajian apapun ya menggunakan pendekatan atau metodologi filsafat maka yang paling pertama disentuh yang paling pertama dibahas yang paling pertama untuk diungkap adalah

apa sih secara akarnya ya atau mungkin nanti akan kita kembangkan lagi menjadi kajian ontologis epistemologinya, aksiologinya nah kurang lebih itu ya makna dari radikal.

Di tahapan-tahapannya itu memang ee dalam kajian filsafat itu runtut ya. Nah, lalu kemudian ee ciri yang kedua adalah bersifat kritis ya sehingga dengan kata lain jika orang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir secara kritis.

Nah, termasuk juga bagaimana nanti kita akan coba menyimak atau membahas tentang eh filsafat bahasa. Bagaimana kita untuk mengkritisi eh makna bahasa, mengkritisi bagaimana struktur bahasa, mengkritisi berbagai macam eh bentuk-bentuk kebahasaan yang ada

dalam suatu bahasa. Lalu kemudian yang ketiga adalah konseptual, ya. Konseptual ini juga termasuk ciri yang sangat eh khas, ya, dalam kajian filsafat.

Di sini adalah bagaimana secara konseptual itu menghubungkan keterkaitan, ya, antara akal manusia atau ide pemikiran yang ada dalam dunia intelektualisasi. Nah, sehingga eh orang sering mengatakan bahwa konsep itu sangat penting, ya.

Bahwa apa yang ingin kita sampaikan itu harus jelas konsepnya. Ah, kan kurang lebih begitu, ya. Nah, itu juga salah satu di antara beberapa ciri kuat yang ada dalam kajian filsafat.

Nah, sehingga nanti konsep-konsep bahasa atau konsep-konsep kebahasaan pun akan dikupas, dibahas dalam eh materi atau kajian filsafat bahasa.

Sehingga memang di kemudian hari eh yang lebih populer dan terakhir-terakhir ini, ya, abad-abad eh yang sekarang ini, itu lebih populer dengan kajian filsafat bahasa dibanding eh kajian eh ilmu bahasa, misalnya, atau eh materi

ketatabahasaan. Kenapa? Karena memang kalau kajiannya itu menggunakan kajian pendekatannya adalah pendekatan filsafat atau yang kemudian hari disebut dengan filsafat bahasa, memang memiliki efek yang lebih luas, yang lebih mendalam, dan lebih beragam.

Nah, sehingga dapat saya katakan di sini adalah bahwa bahasa saat ini tidak seperti kajian bahasa terdahulu yang hanya misalnya ee, secara fungsi itu sebagai metode atau alat berkomunikasi antara manusia yang satu dengan manusia yang lain

atau bahasa juga sering di mengerti atau diterjemahkan atau didefinisikan sebagai metode atau alat berpikir.

Ternyata di zaman modern sekarang itu tidak hanya sebatas sebagai ee, alat berkomunikasi yang paling efektif antara manusia satu dengan manusia yang lain atau alat untuk berpikir saja, tetapi kini bahasa semakin lebih dinamis.

Bahasa itu semakin beragam. Bahasa memiliki ee, apa? Konsep atau teori atau realitas yang lebih luas dan lebih beragam.

Nah, itu di antaranya ya, yang mungkin perlu saya sampaikan di sini. Lalu kemudian ee, ciri yang berikutnya adalah rasional. Bahwa lalu kemudian nanti dalam kajian filsafat bahasa itu menggunakan ee, pendekatan rasional karena memang eh, di kemudian hari bahasa itu sudah tidak lagi dibahas

secara struktur saja, misalnya. Kenapa? Karena pendekatannya semakin lebih eh, mendalam dan semakin lebih meluas, ya. Seperti yang tadi saya singgung di atas.

Sehingga aspek eh, rasio atau pun aspek logika itu juga akhirnya menjadi salah satu instrumen dalam kajian filsafat bahasa. Nah, itu kemudian juga nanti kita akan menemukan bahwa beberapa konsep atau teori ataupun realitas kebahasaan itu

Frequently asked questions

Filsafat bahasa adalah salah satu cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat, makna, dan fungsi bahasa.

Ciri-ciri berpikir secara filosofis antara lain bersifat radikal, kritis, konseptual, rasional, reflektif, komprehensif, dan sistematis.

Tujuan pembahasan filsafat bahasa adalah untuk memahami konsep bahasa secara filosofis, menganalisis hubungan antara bahasa dan pemikiran, serta menjelaskan peran bahasa dalam filsafat.