channel PERADABAN INDONESIA · Transcript · · Updated
Filsafat Bahasa | Makna (Meaning) dalam Filsafat Bahasa – Transcript
Video by channel PERADABAN INDONESIA · Watch the original on YouTube
Summary
AI-generated from the transcript. Verify details against the source video.
- Pemaknaan dalam filsafat bahasa dikaji melalui beberapa teori seperti teori referensial, teori konseptual, dan teori penggunaan.
- Makna suatu kata dapat berubah tergantung pada konteks situasi penggunaan, struktur kalimat, serta interaksi sosial.
- Ambiguitas dalam bahasa dikaji melalui bentuk ambiguitas leksikal dan ambiguitas struktural untuk mengatasi kesalahan penafsiran.

Use this video with Pro
Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).
Transcript
Search ignores accents. All transcript text stays visible.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi dengan saya di channel Peradaban Indonesia ee di bawah Yayasan Hikmah Peradaban Institute yang pada kali ini saya akan melanjutkan pembahasan atau kajian filsafat bahasa yang beberapa waktu lalu kalau tidak salah sudah
sampai empat tema ya atau empat pokok pembahasan dengan beragam sub pokok pembahasan Saya akan melanjutkan di sini tentang meaning ya. Meaning itu atau pemaknaan ya dalam istilah kebahasaan sering
disebut kurang lebih demikian. Nah, ee tentunya kita semua akan bertanya-tanya seperti apakah bentuk pemaknaan yang ada dalam filsafat bahasa misalnya. Nah, ini merupakan satu bentuk kajian tentang
bagaimana sih bahasa itu akan membentuk dan menyampaikan makna. Seperti yang kita ketahui ya, bahwa ee fungsi ataupun ee tujuan dari manusia berbahasa adalah untuk bisa menyampaikan pesan, untuk bisa tersampaikannya satu
bentuk makna yang secara tepat dan benar kepada orang lain. Nah, kan kurang lebih demikian ya kalau kita kembalikan pada ee definisi utama dari hakikat dari bahasa.
Nah, kita akan menelisik sesaat ya tentang bagaimana bentuk-bentuk pemaknaan dalam filsafat bahasa. Nah, lalu kemudian ee mengapa ee pemaknaan dalam bahasa itu dianggap penting oleh dunia bahasa, ya. Nah, kenapa pemaknaan dalam bahasa itu
penting? Ternyata bahasa yang tadi saya singgung di atas adalah sebagai alat utama atau bahkan alat yang paling utama ya untuk mengungkapkan berbagai macam pikiran beragam realitas ya mulai dari kata frase kalimat ya
sehingga ee bisa jadi tidak tidak selalu selalu tetap. Dengan kata lain, bisa jadi akan memiliki perubahan.
Nah, perubahan itu atau ketidaktepatan itu bisa terjadi ya sesuai dengan konteks atau sesuai dengan susunan teks. Nah, nanti saya akan berusaha memberikan contoh-contoh atau memberikan ee bentuk-bentuk kenapa satu bahasa itu akhirnya akan memiliki
makna yang berbeda. satu kata itu akan memiliki makna lebih dari satu. Satu kata, satu ungkapan ternyata memiliki ee makna yang multi arti, multimakna dan seterusnya dan seterusnya.
Nah, baik dari pemaknaan ataupun meaning dalam filsafat bahasa ya, ada beberapa teori-teori yang sering disebut ya ataupun ee yang sering dijadikan contoh dalam pembahasan ee bentuk pemaknaan yang terjadi dalam bahasa.
Yang pertama sering disebut dengan teori referensial, ya. Teori referensial ini adalah satu makna yang ditentukan oleh objek yang dirujuknya itu dari dunia nyata.
Contoh misalnya kata matahari itu merujuk pada bintang atau tata surya yang ada di alam langit sana.
Atau misalnya yang kedua ada yang memang berasal dari teori konseptual ya. Teori konseptual ini adalah satu bentuk makna yang berasal dari konsep mental yang diwakili oleh kata-kata. Nah, ini sering disebut atau disinggung oleh John Lock atau Emmanuel Kh ya. Contoh misalnya
kebebasan itu memiliki makna berdasarkan konsep yang dibentuk oleh pengalaman dan budaya misalnya atau misalnya dari teori penggunaan ya.
Teori penggunaan ini sering ditentukan oleh cara suatu kata itu digunakan dalam praktik-praktik sosial. Nah, ini sering di apa disebut sebagai gagasan dari seorang Ludwig with Gaston ya. bagaimana kata permainan misalnya ya memiliki
beragam makna yang tergantung pada konteks penggunaannya bahwa permainan itu bisa dalam bentuk catur, permainan itu bisa dalam bentuk sepak bola, permainan itu bisa dalam bentuk dudo ya, monopoli ya.
permainan itu bisa dalam bentuk petak umpet ya dan lain sebagainya dan seterusnya dan seterusnya. Lalu kemudian secara konteks ya proses pemaknaan dalam bahasa berdasarkan konteks. Nah, makna satu kata itu juga bisa berubah tergantung pada situasi penggunaannya.
Contoh misalnya kata bangun. Kata bangun itu bisa berarti atau bisa memberikan makna membangun rumah atau bangun dari tidur atau berbenah ya. Bisa bermakna bebersih, bersih-bersih atau bisa juga memiliki apa makna yang lain. Kata-kata Indonesia
gelap misalnya. kabur saja dulu misalnya. Bukan berarti Indonesia itu ee secara penerangan dan apa listrik PLN itu padam semuanya sehingga ee disebut sebagai Indonesia gelap ya. tetapi memiliki makna di
beberapa saat kemarin ya terjadi dianggapnya ya Indonesia kurang menjanjikan misalnya ya anak-anak muda itu merasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan misalnya anak-anak muda Indonesia merasa sulit untuk buka usaha misalnya ee anak-anak muda Indonesia itu sulit
untuk berimprovisasi misalnya sehingga dianggapnya apa ya Indonesia gelap atau misalnya kabur saja dulu ya kabur saja dulu merupakan bentuk ungkapan atau makna bahasa yang ternyata memiliki arti yang berbeda ya bukan berarti kita lari kabur karena dikejar anjing misalnya
atau terjadi suatu kerusuhan misalnya tidak ya tidak dikejar anjing dan juga tidak ada kerusuhan, tidak ada apa-apa, tetapi memiliki makna kondisi sosial ataupun kondisi dunia kerja yang ya dikatakan kurang kondusif ya. Kalau mungkin kita
tidak mengatakan secara ekstrem itu tidak kondusif. Nah, ini ee adalah sebagai contoh-contoh yang lain ya, bahwa makna juga bisa dipengaruhi menjadi berubah berdasarkan suatu konteks. Lalu kemudian yang kedua adalah bahwa makna bisa juga berdasarkan satu struktur kalimat
seperti misalnya susunan suatu kata itu akhirnya mampu bisa atau memberikan makna secara keseluruhan ya. bagaimana ee kata-kata seperti ungkapan anjing mengejar kucing ya ataupun kucing
mengejar anjing ya yang memiliki makna itu ya tidak pernah akur ya atau mungkin dengan ungkapan yang lebih familiar atau yang lebih populer ya kita sering mengatakan seperti Tom and Jerry Kan kurang lebih seperti itu, seperti
anjing dan kucing itu memiliki makna bukan diri Anda, diri kita seperti anjing dan kucing secara fisik, tidak.
Tetapi memiliki bentuk makna secara konteksnya itu tidak bisa akur, tidak bisa apa berbaik, tidak bisa tenang ya. Tapi justru ketika dua orang ini selalu ketika bertemu mengalami bentuk-bentuk perdebatan, pertengkaran, perselisihan, ya ee perbedaan ini, itu
dan sebagainya. Nah, oleh karena itu makna yang paling tepat kita sebut ke dua orang tersebut adalah sebagai Tom and Jerry. Nah, itu juga sebagai salah satu mungkin makna yang paling tepat dan paling sederhana ya untuk kita sebut bahwa satu kata, satu bahasa itu akan bisa memiliki makna berbeda karena berdasarkan satu
struktur kalimat. Nah, bisa juga misalnya bentuk-bentuk ee makna yang lain ya yang bisa memberikan makna yang berbeda bahwa seperti air dan minyak kan kurang lebih mungkin juga sering kita mendengar ya ee air dan minyak itu kan sebenarnya