tubetranscript.io

Nur Hidayat Sardini · Transcript · · Updated

Bab 2 Ruang Lingkup Etika Pemerintahan – Transcript

Video by Nur Hidayat Sardini · Watch the original on YouTube

Summary

AI-generated from the transcript. Verify details against the source video.

  • Bab kedua kuliah etika pemerintahan ini membahas tema besar mengenai ruang lingkup etika yang mencakup hubungan antara etika dan moral, etika dan etiket, serta etika dan hukum.
  • Etika didefinisikan sebagai prinsip moral atau seperangkat nilai moral yang dipedomani oleh tiap individu maupun kelompok serta berkaitan dengan hal baik dan buruk.
  • Meskipun etika dan hukum berkaitan erat, etika bersumber dari kesadaran masyarakat mengenai baik buruk dan pantas tidak pantas, sedangkan hukum ditulis serta disetujui oleh pemerintah.
Video thumbnail: Bab 2 Ruang Lingkup Etika Pemerintahan
Source video on YouTube · Transcript generated automatically and may contain errors.

Use this video with Pro

Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).

Transcript

Search ignores accents. All transcript text stays visible.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya akan menyampaikan materi kuliah etika pemerintahan.

Dan ini adalah bab kedua dari tujuh bab yang saya jadwalkan atau saya rencanakan. Di bab ini kita akan membahas tema besar mengenai ruang lingkup etika.

Yang bahasannya sub bahasannya terdiri atas hubungan antara etika dan moral. Yang kedua etika dan etiket.

Yang ketiga adalah etika dan hukum. Ketiganya ini seringkali jadi perdebatan yang sangat panjang dan cukup membingungkan bagi mereka yang tidak secara detail mendalami mengenai etika dan relasi-relasi di antara konsep-konsep moral, etiket dan hukum.

Baik, kita akan mengkaji yang pertama dulu ya, tentang etika dan moral. Tapi terlebih dahulu kita harus sepakati titik berangkat kita mengenai etika.

Apa itu yang dimaksud dengan etika? Ada beberapa definisi yang saya akan sampaikan maupun pengertian yang lebih jauh mengenai etika ini. Etika adalah prinsip moral atau seperangkat nilai moral yang dipedomani oleh tiap individu maupun kelompok.

Jadi di sini penting nilai moral. Karena juga adalah bagian dari prinsip moral. Di sini juga menandai bahwa moral, nilai moral itu adalah adjektif atau kata sifat yang harus ditempelkan pada terma atau konsep etika.

Ehm, etika juga adalah perilaku etis, ya. Jadi, suatu perilaku disebut etis adalah perilaku yang dianggap benar dan bermoral. Ukurannya adalah benar dan bermoral.

Itu adalah etis, ya. Yang berikutnya bahwa etika dalam tata kelola pemerintahan yang dimaksudkan adalah nilai dan prinsip yang beroperasi dalam dunia pemerintahan.

Yang bekerja dalam dunia pemerintahan atau yang berkenaan dengan dunia pemerintahan. Dan seluruhnya itu membentuk kerangka moral dalam organisasi pemerintah atau organisasi publik yang menekankan pada hal-hal sebagaimana yang tampak dalam layar monitor sebelah kanan. Tentang etika itu adalah hak, tentang prinsip, tentang integritas.

Ada sebagian juga berkenaan dengan salah, ya, secara etis dan seterusnya. Nah, eh, kita perjelas lagi soal eh, soal etika ini.

Etika itu berkenaan dengan good and bad, ya, antara yang baik dan yang buruk. Karena etika itu merupakan cabang filsafat yang mengkhususkan diri kajiannya terhadap hal-hal yang dianggap baik dan buruk, itu.

Kemudian pantas dan tidak pantas, itu adalah etika, ya, bukan salah dan benarnya. Kalau hukum itu salah dan benar, tapi kalau etika adalah baik dan buruk, pantas atau tidak pantas.

Sedangkan hukum itu hitam putih, gitu ya. Antara yang benar dan yang salah. Hukum itu selalu hanya menyediakan dua aspek. Benar atau salah. Maka putusan itu selalu eh ya apa berkaitan dengan salah karena memang diuji melalui proses peradilan misalnya. Itu adalah konteks hukum. Dalam etika tidak begitu.

Etika itu baik dan tidak baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, kebaikan atau keburukan, kepatasan atau ketidak patasan atau kepatutan.

Itu yang di ke apa yang yang menjadi basis dari pemikiran etika itu. Eh etika itu of to be and voluntary, ya. Filsafat tentang apa yang seharusnya dilakukan orang atau kelompok dan dan itu apa yang dilakukan oleh orang itu adalah bersifat sengaja dan sukarela.

Jadi bisa apa etika itu jelas adalah tindakan yang disengaja. Bukan tindakan yang tidak disengaja. Kalaupun tindakan itu tidak disengaja, itu bukan etika, tidak masuk dalam kualifikasi etika.

Ya. Kalau etika itu jelas karena ia berkenaan dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang itu itu adalah secara sengaja, tidak dalam rangka tidak sengaja.

Ya, atau sadar maupun bukan bukan bukan tidak sadar, tetapi harus ada sadar dan bersifat voluntary, bersifat sukarela dan dilakukan oleh orang. Saja dong ya orangnya atau kelompok.

Jadi ini ciri dari etika karenanya adalah dilakukan secara oleh orang dan sengaja dan bersifat sukarela, voluntir gitu.

Nah, berikutnya bahwa ini pengertian penting untuk membedakan antara tindakan yang bersifat etis dan tidak etis. Nah, berikutnya adalah bahwa etika itu fakta juga adalah norma dan tindakan gitu.

Ya, etika itu adalah atau bagian dari apa yang disebut sebagai sebuah fakta. Tentu kalau fakta bukan di luar fakta. Etika hanya berurusan dengan fakta.

Namun juga tentang norma tindakan ya, tindakan norma nanti akan kita jelas jelaskan tentang apa itu norma yang dinyatakan dengan istilah ini dia, yang seharusnya.

Yang semestinya. Yang sepantasnya gitu. Karena sekali lagi seperti halnya ini ya, ini kaitannya dengan ini. Jadi adalah soal pantas dan tidak pantas. Yang seharusnya.

Ya, harusnya melakukan karena memang itu seharusnya itu adalah norma yang memuat harapan. Seharusnya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Ya, dan itu berbasis pada apa yang bersifat norma.

Norma itu yang menjadi penegas akan adanya bahwa seharusnya seseorang melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kalau dalam istilah sosiologi ada namanya status. Konsep status adalah eh sesuatu karena peran, eh, status menuntut adanya peran.

Nah, peran itu misalnya apa? Kalau Anda sebagai seorang mahasiswa, lakukanlah sebagaimana kapasitas sebagai mahasiswa. Kalau saya sebagai dosen, maka seharusnya saya sebagai selayaknya sebagaimana dosen, gitu.

Dan demikian seterusnya bisa diperpanjang itu, ya. Nah, yang berikutnya adalah ses- timatisasi, ya, dan aksiologi. Bahwa cabang filsafat itu juga menyinggung, mengkaji secara sistematis tentang baik dan buruk serta pantas atau tidak pantas mengenai apa? Mengenai estetika,

mengenai nilai dan bersifat aksiologis, ya, sesuatu yang bersifat eh, tindakan, ya, dapat disebut begitu dan memang itu menjadi standar, ya, ketika orang membicarakan masalah etika, gitu, ya.

Sekali lagi bahwa eh, baik dan buruk itu pantas tidak pantas dalam hal apa? Estetika, dalam hal nilai, dalam hal aksiologis, gitu. Itu adalah pengertian etika. Selanjutnya, perlu kiranya juga dipahami bahwa yang namanya etika juga berkaitan dengan impact

Frequently asked questions

Sub bahasannya terdiri atas hubungan antara etika dan moral, etika dan etiket, serta etika dan hukum.

Tidak, tindakan yang tidak disengaja bukan etika dan tidak masuk dalam kualifikasi etika karena etika berkenaan dengan tindakan yang dilakukan secara sadar, sengaja, dan bersifat sukarela.