tubetranscript.io

Abdi Triyanto · Transcript · · Updated

Pertemuan ke-2 : Paradigma dan Etika Penelitian – Transcript

Video by Abdi Triyanto · Watch the original on YouTube

Video thumbnail: Pertemuan ke-2 : Paradigma dan Etika Penelitian
Source video on YouTube · Transcript generated automatically and may contain errors.

Use this video with Pro

Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).

Transcript

Search ignores accents. All transcript text stays visible.

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad wa alihi wa sahbihi ajmain wa ba'du. Bapak Ibu, rekan-rekan semua yang berbahagia, alhamdulillah kita lanjutkan di pertemuan kedua ya.

Pada kesempatan hari ini kita akan bicara tentang paradigma dan eh etika penelitian. Sebagaimana kita ketahui bahwa eh dalam eh sebuah proses penelitian ya, eh hal yang penting dipahami oleh setiap peneliti adalah

memahami bahwa eh apa yang menjadi eh proyek atau apa yang menjadi eh apa namanya keinginan untuk eh melakukan sebuah penelitian.

Eh perlu juga menjunjung tinggi nilai-nilai dari sebuah etika ya. Kenapa? Karena eh etika ini menjadi suatu hal yang penting agar eh keberlangsungan dari sebuah proses keilmiahan dalam sebuah penelitian itu juga tetap memberikan eh nuansa

eh apa namanya satu perbaikan ya, yang memiliki etika. Dan eh eh ini juga menjadi penting juga bagi peneliti ya memahami bagaimana etika-etika dalam penelitian ini juga eh bisa dikembangkan begitu.

Baik, ini agenda kita. Ya, kita akan bicara tentang pengertian. Ya. Baik, paradigma, kemudian paradigma penelitian, bentuk paradigma penelitian, etika penelitian. Baik, eh secara pengertian ya, kita memahami secara mendasar dulu bahwa eh pengertian paradigma sebagaimana yang kita sama-sama ketahui, paradigma ya, kalau

dalam pandangan kita kan sebuah cara pandang gitu. Namun, kalau kita melihat secara bahasa, secara serapan ya, eh paradigma ini berasal dari bahasa Latin ya, yang berarti eh suatu model atau pola.

Nah, eh secara bahasa Yunani ya, eh paradigma adalah eh apa berasal dari paradigma ya, eh ini kurang D, mohon maaf. Yang berarti para dan eh deiknunai ya.

Dan yang berasal yang berarti ya, yang berarti dari kata paradigma itu adalah membandingkan ya, bersebelahan dan memperlihatkan. Nah, secara eh kamus besar Bahasa Indonesia, paradigma diartikan sebagai sebuah model dalam teori ilmu pengetahuan.

Kemudian secara ahli ya, menurut Ritzer ya, tahun 2014, eh beliau mengatakan bahwa eh paradigma adalah suatu pandangan yang mendasar dari ilmu, dari ilmuwan ya, orang yang meneliti tentang apa yang menjadi pokok bahasannya atau persoalan

yang semestinya dipelajari dan dikaji oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Nah, eh tadi paradigma. Nah, sekarang paradigma penelitian itu apa? Nah, ini menurut para ahli, ya. Ada tiga ahli yang kita coba hadirkan.

Yang pertama menurut Bogdan dan Biklen ini mengatakan bahwa um eh paradigma penelitian adalah kumpulan dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, ya.

Konsep atau eh proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Nah, menurut Becker, ya, seperangkat aturan menurut beliau, ya, yang secara tertulis atau tidak tertulis yang melakukan dua hal, ya.

Membangun atau mendefinisikan batas-batas dan kemudian menceritakan bagaimana seharusnya melakukan sesuatu dalam batas-batas itu agar berhasil.

Nah, menurut eh Capra atau Marcapra mengatakan bahwa paradigma penelitian itu bicara tentang konstelasi konsep, ya, sebuah konsep. Kemudian nilai-nilai persepsi dan praktik yang dialami bersama oleh masyarakat yang membentuk visi khusus tentang realitas sebagai dasar mengorganisasikan dirinya, gitu.

Baik. Kemudian eh bentuk-bentuk eh paradigma penelitian. Nah, eh yang pertama bentuk penelitian itu adalah positivisme, ya.

Atau boleh kita artikan positivisme ini adalah paradigma ini beranggapan bahwa realitas itu objektif dan tunggal. Bisa diukur dan bisa digeneralisasi.

Jadi menurut eee aliran positivisme ini ya berpandangan bahwa pasien dan penelitian ilmiah itu eee merupakan cara untuk mendapatkan kebenaran.

Ya. Ya, yang objektif realistis itu ya cara untuk mendapatkan atau mencari sebuah kebenaran. Eee di aliran ini ya positivisme itu positivisme ini percaya bahwa ada ada satu apa kebenaran yang eee

objektif itu ya yang bisa dipertanggungjawabkan ya. Eee sehingga dari pandangan ini ya eee kebenaran itu pada pada hakikatnya ya sesuatu yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan ya.

Eee kemudian secara tidak langsung dalam konteks keilmiahan pasti dia bisa di diukur ya. Dan bisa kemudian digeneralisasi. Dia bisa diterapkan dalam konteks kehidupan.

Nah, kemudian yang kedua eee ada eee paradigma kon struk sionisme ya.

Eee ini eee aliran eee paradigma ini melihat tentang realitas sebagai sesuatu yang dibangun secara sosial dan bercepat ganda. Jadi, maksudnya bahwa eh apa namanya dalam konteks konstruksionisme ini,

sebenarnya kalau yang tadi positivisme positivisme ini eh sifatnya eh realistis dan tunggal, tapi dalam konteks kon eh strukturalisme ini itu eh realitasnya itu bersifat ganda, artinya mengo berseberangan ya atau mengoreksi.

Ya, atau bahasanya itu eh apa mengkritik ya kaum positivisme ini. Bahwa eh tidak ada kebenaran yang eh mutlak, katakanlah begitu. Ya.

Dan eh memang apa ya kontradiksi berlawanan dengan cara pandang yang pertama ini. Kalau eh para penganut aliran ini ya, menekankan bagaimana orang membangun pengetahuan, mempelajari bagaimana yang memberikan masalah dan topik gitu.

Jadi, eh apa namanya eh aliran ini kemudian eh memahami bahwa ya ada nilai kebenaran lain yang kemudian eh artinya tidak bersifat tunggal sebagaimana positivisme.

Kemudian eh aliran yang ketiga adalah realisme kritis. Paradigma aliran ini mengakui bahwa adanya eh realitas objektif, tapi juga menyadari bahwa pemahaman kita terhadap realitas ini dipengaruhi oleh konteks sosial dan sejarah.

Jadi eee apa ya pengetahuan ini di realitas kritis ini sebenarnya kalau kemudian kita mencoba melihat dari eee bentuk paradigma positivisme dan konstruksionisme ini ya ya ini berada di eee tengah-tengahnya ya eee dia memahami bahwa ada realitas

objektif tapi juga menyadari ada pemahaman bahwa pemahaman kita secara realis realistis itu ya realitas itu juga dipengaruhi oleh konteks eee sejarah yang bersifat ganda yang menurut konstruksionisme ini nah kemudian eee ada yang namanya penelitian paradigma penelitian pragmatis

Frequently asked questions

Aliran positivisme beranggapan bahwa realitas itu objektif dan tunggal, serta bisa diukur dan digeneralisasi.

Etika penelitian adalah acuan moral bagi peneliti dalam proses penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.