tubetranscript.io

Universitas Terbuka TV · Transcript · · Updated

EKMA4314 Akuntansi Manajemen - Job Order Costing – Transcript

Video by Universitas Terbuka TV · Watch the original on YouTube

Summary

AI-generated from the transcript. Verify details against the source video.

  • Sifat proses produksi secara umum diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu proses produksi terus menerus dan proses produksi terputus-putus.
  • Job order costing adalah proses produksi berdasarkan pesanan dari pihak tertentu yang biasanya memiliki tingkat customisasi dan kos yang lebih tinggi.
  • Klasifikasi biaya produksi dalam job order costing terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.
Video thumbnail: EKMA4314 Akuntansi Manajemen - Job Order Costing
Source video on YouTube · Transcript generated automatically and may contain errors.

Use this video with Pro

Reading, copying and transcript downloads are free. Create saved AI results for this video with a signed-in Pro account ($9/month).

Transcript

Search ignores accents. All transcript text stays visible.

Selamat berdua jumpa dalam program perkulian universitas terbuka. Pada pertumuan ini, kita akan membahas matakulia akutasi management dengan topik job order costing atau analisis cost pesanan.

Pertumuan kali ini akan saya awali dengan penjelasan tentang proses produksi. Secara umum, sifat proses produksi itu diklasifikasikan menjadi dua.

Yang pertama, yaitu terus menerus dan kedua, terputus-putus. Pertama, saya akan menjelaskan yang tentang proses produksi terus menerus. Maksudnya apa? Proses produksi terus menerus, yaitu proses produksi suatu barang atau jasa yang sifatnya dilakukan secara kontinus dalam waktu ke waktu.

Tidak ada jeda waktu tertentu untuk menunggu pesanan misalnya. Tidak, tapi secara kontinus melakukan proses produksi. Misalnya apa? Misalnya produksi pasta gigi. Pasta gigi itu produksinya biasanya terus menerus tanpa menunggu pesanan khusus dari pihak tertentu.

Selain itu contohnya apa lagi? Sabun atau barang-barang rumah tanggal lainnya. Itu yang sifatnya sangat umum. Barang-barang tersebut sifatnya umum dan merupakan kebutuhan dari masyarakat banyak.

Jadi proses produksi sifatnya berkelanjutan dan biasanya dalam jumlah yang banyak. Itu yang sifatnya terus menerus. Sistem kostingnya apa yang akan kita pelajari kalau untuk produksi yang terus menerus itu disebut proses kosting. Tapi untuk pertemuan kali ini kita tidak membahas proses kosting

tapi kita akan membahas kelasifikasi yang selanjutnya. Itu proses produksi yang sifatnya per produk atau tidak kontinus. Di sini apa maksudnya proses produksi yang tidak kontinus?

Itu proses produksi yang berupa pesanan. Pesanan dari pihak tertentu. Atau yang biasa kita kenal dalam istilah asing yaitu Job Order Costing.

Job Order Costing itu apa? Yaitu proses produksi yang berdasarkan pesanan dan biasanya memiliki tingkat customisasi yang tinggi. Yaitu pesanan yang tinggi. Misalnya apa? Misalnya kita ingin membeli kursi.

Kursi tapi bentuknya bentuk yang khusus. Tidak misalnya kursi yang sudah tersedia di showroom. Tapi kita memiliki keinginan-inganan yang lebih. Misalnya kita ingin kursi yang memiliki pegas.

Ada taman pegas. Kalian ingin kursi yang memiliki ukiran tertentu. Misalnya kita ingin punya kursi ukiran bali. Itu gimana cara membuatnya?

Jelas membuatnya adalah dengan pesanan tertentu. Karena pesanan tertentu otomatis membutuhkan usaha yang lebih untuk memproduksi kursi yang spesifik tadi, yang sesuai pesanan.

Sehingga akibatnya apa? Kekenerungannya adalah kosnya akan lebih mahal dari kos dari memproduksi kursi-kursi yang sudah ada di showroom, yang sifatnya banyak, yang sudah siap dijual.

Tapi untuk yang sesuai pesanan, biasanya lebih mahal. Karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses produksinya. Membutuhkan mungkin bahan-bahan khusus. Misalnya kita minta kursi dengan ukiran bali tapi dengan menggunakan kayu kelas 1 misalnya.

Sedangkan yang di showroom hanya ada kayu kelas 2. Jadi pesanannya itu khusus. Kaitanya dengan akuntansinya atau proses kostingnya. Yaitu proses kostingnya akan berbeda dengan proses kosting untuk barang yang diproduksi secara terus menurus atau kontinus.

Job order costing itu biasanya hanya diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang produksi produk atau jasa berdasarkan pesanan. Tadi saya sudah contohkan misalnya pemasanan kursi berarti adalah perusahaan meble.

Karakteristik umumnya adalah apa misalnya? Jasa atau produk yang diproduksi sangat bervariasi sesuai pesanan jelas pertama. Kedua, biaya di akumulasi per pesanan.

Jadi tidak merata ke seluruh barang yang telah diproduksi. Tapi khusus perpemesanan. Setiap kali satu pesanan selesai dikerjakan. Misalnya contoh tadi jelas kalau kita memesankursi dengan kayu jati atau kayu kelas 1 kostingnya akan beda dengan pesanan kursi dengan menggunakan kayu kelas 2.

Karena apa? Karena harga bahan bakunya berbeda. Kecenderungannya kayu kelas 1 akan mahal. Kalau kita berasumsi bahwa modelnya sama antara kedua kursi tadi. Ketiga, biaya periunit dihitung dengan cara membagi total kos pesanan dengan jumlah juni produk yang diproduksi untuk pesanan yang bersanggutan.

Maksudnya di sini apa? Tadi saya contohkan adalah satu kursi. Tapi misalnya orang tersebut atau dua orang memesankursi dengan karakteristik yang sama. Tapi jumlahnya 10. Berarti poin yang ketiga saya baru saya jelaskan.

Maksudnya di sini apa? Total untuk memproduksi 10 kursi tadi yang khusus pesanannya. Tapi karakteristik pesanannya sama. Itu kos per unitnya merupakan hasil pembagian dari total kos untuk memproduksi 10 kursi khusus tadi, pesanan khusus tadi.

Setiap komponen kos produksi dapat diidentifikasi langsung ke masing-masing pesanan. Itu karakteristik dari job order costing. Kecuali biaya yang bersifat umum dan bersama.

Misalnya yang mahasiswa seling pelajari adalah istilah dengan istilah overhead. Atau overhead cost. Atau cost dari pabrikasi. Oleh karena itu dalam job order costing biaya produksi diklasifikasikan menjadi Pertama, biaya bahan baku.

Kedua, tenaga kerjala langsung. Ketiga adalah overhead. Pada modul dua sudah kita bahas bagaimana klasifikasi biaya yang yaitu langsung dan tidak langsung.

Di sini yang disebut biaya langsung adalah biaya bahan baku yang pertama. Kedua adalah biaya tenaga kerja langsung. Kalau overhead itu sifatnya tidak langsung dan membutuhkan estimasi Atau judgements dari management untuk melakukan alokasi overhead cost ini ke produk.

Setiap pesanan. Ini sama jelaskan teknisnya. Setiap pesanan harus dibuatkan kartu pesanan untuk mencatat setiap biaya yang dibebarkan untuk pesanan bersangkutan. Jelas. Ini tujuan apa?

Untuk mengidentifikasi bareng-bareng apa saja yang dipesan oleh BAA misalnya. Lalu biaya bareng apa saja yang dipesan oleh BHB. Setiap jenis pesanan itu A dan B biasanya ada kartu pesanan.

Itu teknis dilapangan. Tadi saya sudah sempat menjelaskan. Ada tiga klasifikasinya biaya produknya yaitu bahan baku langsung, tenaga kerja langsung.

Ketiga overhead dengan alokasi tentu. Biasanya sudah ditetapkan oleh management melalui judgment tertentu atau pertimbangan tertentu. Karena overhead itu sifatnya tidak berkaitan langsung dengan proses produksi jenis.

Untuk menelusuri cost overhead itu perlu usaha yang lebih, perlu judgment juga. Bagaimana biasanya alokasinya? Biasanya dicumplakan langsung. Ketiga, cost tadi.

Frequently asked questions

Proses produksi terus menerus adalah proses produksi suatu barang atau jasa yang sifatnya dilakukan secara kontinus dari waktu ke waktu tanpa menunggu pesanan khusus.

Karakteristik umumnya meliputi jasa atau produk yang diproduksi sangat bervariasi sesuai pesanan, biaya diakumulasi per pesanan, dan biaya per unit dihitung dengan membagi total kos pesanan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.

Biaya produksi dalam job order costing diklasifikasikan menjadi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead.